AHLAN WA SAHLAN - SEMOGA BLOG INI DAPAT MEMBANTU ANDA - SILAHKAN MENULIS PESAN KRITIK DAN SARAN ^_^

Tuesday, December 27, 2016

Patofisiologi Gagal Jantung

Cardiac output (CO) didefinisikan sebagai volume darah dikeluarkan per satuan waktu (L / menit) dan merupakan produk denyut jantung (SDM) dan stroke volume (SV/darah sekuncup). Detak jantung dikendalikan oleh sistem saraf otonom dimana darah sekuncup atau volume darah dikeluarkan selama sistol, tergantung pada preload, afterload, dan contractility. Preload (beban awal) adalah derajat peregangan serabut miokardium pada akhir pengisian ventrikel atau diastolik, dimana peregangan serabut-serabur miokardium selama diastol akan meningkatan kekuatan kekuatan kontraksi pada pada sistol. Beban awal meningkat dengan bertambahnya volume diastolik ventrikel misalnya pada retensi cairan dan penurunan beban awal terjadi pada dieresis. Beban akhir (afterload) adalah besarnya tegangan dinding ventrikel yang harus dicapai untuk mengejeksi darah sewaktu sistolik. (Price, 1995). 

Adanya penurunan fungsi jantung akan menyebabkan jantung melakukan mekanisme kompensasi agar meningkatkan daya kerja jantung. Kompensasi dari jantung antara lain:

1. Takikardia dan peningkatan kontraktilitas melalui aktivasi sistem saraf simpati
2. Mekanisme Frank-Starling dimana peningkatan preload dapat meningkatkan volume sekuncup
3. Vasokontriksi dan peningkatan afterload
4. Hipertropi ventrikel dan remodeling yang menggambarkan peningkatan masa otot ventrikel.

Kompensasi yang dilakukan jantung yang terus menerus dapat menimbulkan kerugian yaitu terjadinya disfungsi sistol dan atau diastol yang menyebabkan terjadinya gagal jantung (Dipiro et al, 2008)

No comments:

Post a Comment